Mengapa Nissan Juke Disuntik Mati di indonesia

 

Siapa yang tidak mengenal Nissan Juke

Mobil yang memiliki desain yang unik ini, mungkin pernah Anda temui di jalan raya

Meskipun desainnya kontroversial, mobil ini pernah mendapatkan penghargaan Indonesian Car of The Year 2011 dan Best Small SUV dari majalah MobilMotor

Nissan Juke merupakan mobil crossover berkapasitas mesin 1.500 cc berkodekan HR15DE dengan tenaga maksimal 116 PS di 6.000 rpm dan torsi puncak 148 Nm di 4.400 rpm. 

Mesin ini juga digunakan pada Nissan Grand Livina dan Nissan Evalia, mobil ini tersedia dalam dua varian, yaitu RX dan RX Red. 

Nissan Juke mulai dipasarkan di indonesia pada bulan Juni 2011 dan langsung menjadi mobil yang laris pada saat itu, yang mana pada tahun tersebut Nissan Juke berhasil mencatatkan penjualan sebanyak 9.573 unit.

Bahkan NMI (Nissan Motor Indonesia) sampai membangun pabrik perakitan mobil di Indonesia yang khusus untuk memproduksi Nissan Juke.

Namun kesuksesan tersebut tidak bertahan lama, di tahun berikutnya yaitu tahun 2012 Nissan Juke hanya mampu terjual 6.564 unit, tahun 2013 terjual 3.128 unit, tahun 2014 terjual 1.100 unit, tahun 2015 sampai seterusnya penjualannya kurang dari 1.000 unit.

Untuk mengatasi hal tersebut, Nissan melakukan facelift pada bulan Februari 2015 untuk menarik kembali minat para pembeli, namun hal tersebut masih belum mampu menyelamatkannya.

Pada akhirnya Nissan terpaksa harus menyuntik mati Nissan Juke pada bulan September 2018 dan di tahun 2020 Nissan Juke sudah tidak dijual lagi di indonesia.

Lantas, apa yang membuat Nissan Juke kurang laku di indonesia? dan adakah kemungkinan Nissan akan membangkitkan kembali mobil ini? Berikut ini beberapa alasan yang membuat Nissan Juke terpaksa harus undur diri dari indonesia :


1. Desain yang Kurang Disukai

Di awal peluncurannya, Nissan Juke menawarkan desain yang tergolong unik. Ya, desainnya terkesan aneh dan berbeda dengan desain mobil crossover pada umumnya. Ada yang bilang desannya nyeleneh namun ada juga yang bilang desainnya oke. 

Dari sini terlihat bahwa desain Nissan Juke bersifat niche, yang berarti tidak semua orang suka dengan desainnya, atau bisa dibilang hanya orang-orang tertentu yang suka desain Nissan Juke. Ini merupakan pertanda buruk bagi pabrikan mobil. 

Karena, desain memiliki pengaruh yang sangat penting dalam penjualan mobil, desain sama halnya dengan cover dari sebuah buku, bungkus/kemasan dari sebuah makanan ringan atau poster dari sebuah film. 

Jika kemasan dari suatu produk makanan menarik maka banyak orang akan penasaran dan ingin mencobanya. Begitu pula sebaliknya jika kemasannya buruk atau kurang menarik, maka jangankan membeli, melihatnya saja pun malas.

Sama halnya dengan produk mobil, Jika desainnya kurang enak dilihat maka banyak orang akan enggan untuk mencari tahu lebih dalam lagi tentang mobil ini. Yang mana itu akan berimbas pada penjualannya.

Apalagi di Indonesia, dimana desain mobil adalah pertimbangan nomor satu sebelum melirik ke aspek lain seperti performa, fitur dan sebagainya.


2. Hanya Tersedia Transmisi CVT

Transmisi CVT pada Nissan Juke ini bisa dibilang cukup baik. Tidak banyak masalah, lebih awet dibandingkan CVT pada umumnya dan mampu memberikan akselerasi yang responsif di awal. Namun, CVT tetaplah CVT, transmisi ini menitik beratkan pada kemudahan dan kenyamanan, bukan pada performa. Alhasil, tarikan atas mobil ini terasa lemot. 

Ini membuat Nissan Juke kurang cocok digunakan untuk kecepatan tinggi, dan lebih cocok digunakan untuk jalanan perkotaan yang stop and go. Dan jangan harap bisa merasakan transmisi manual atau AT di mobil ini. Karena Nissan hanya menyediakan transmisi CVT di Juke.


3. Kabin Penumpang dan Bagasi Sempit

Meskipun memiliki dimensi bodi yang cukup bongsor, namun kabin Nissan Juke tidak nyaman bagi penumpang belakang. Banyak reviewer yang telah mencoba menjadi penumpang belakang di mobil ini dan hasilnya, ruang penumpang belakang sempit. 

Tidak tersisa banyak ruang setelah jok belakang ditempati, bahkan ruang antara atapnya dengan kepala penumpang belakang hanya tersisa beberapa jari, ini membuat kepala pemumpang belakang bisa membentur atap saat mobil melewati jalan berlubang. 

Hal ini membuat siapa saja perlu berpikir dua kali sebelum menjadikannya sebagai mobil keluarga kecil. Mobil ini lebih cocok untuk dikendarai sendiri ketimbang digunakan untuk mengangkut banyak orang. 

Selain itu, Karena bentuk bagian belakangnya yang melandai membuat ruang bagasinya sempit. Ini tentunya menjadi kendala bagi pengguna mobil yang suka membawa banyak barang.


4. Tenaga, Spesifikasi dan Fitur Biasa Saja

Dia atas kertas Nissan Juke dibekali mesin 1.500 cc 4 silinder yang menghasilkan tenaga 116 PS dan torsi 148 Nm. Tenaga dan torsi ini tergolong biasa saja. 

Begitu pula dengan fiturnya, memang sudah dilengkapi BA, EBD, Start Stop Engine dan Electric Brake. Namun fitur ini juga banyak dijumpai pada merek mobil lain di kelasnya. 

Jadi, hal spesial dari Nissan Juke mungkin adalah desainnya yang nyentrik dan menyenangkan untuk dikendarai sendirian.


5. Munculnya Saingan yang Lebih Bagus

Nissan Juke bukanlah satu-satunya mobil crossover yang dipasarkan di Indonesia. Sebelum Nissan Juke sudah ada Suzuki SX4 yang dipasarkan di indonesia tahun 2007.

Dan setelah melihat kesuksesan Nissan Juke, Banyak mobil crossover merek lain mulai bermunculan. 

Contohnya Mitsubishi punya Mitsubishi Outlander Sport yang diluncurkan tahun 2012, Honda HR-V tahun 2014 dan Toyota CH-R tahun 2018.

Saingan-saingannya tersebut memiliki desain yang lebih bagus, fitur yang lebih banyak, performa yang lebih tinggi dan kabin yang lebih lega. Ini membuat Nissan Juke kalah bersaing dengan mereka dan terpaksa harus kehilangan konsumennya. 


Itulah tadi beberapa hal yang membuat Nissan Juke disuntik mati di Indonesia. Perlu Anda ketahui, Nissan Juke pernah mengeluarkan generasi kedua di tahun 2019, namun mobil ini tidak masuk ke indonesia.

Dan tahun 2020 merupakan tahun terakhir dari Nissan Juke dijual di Indonesia. Nissan memutuskan untuk menggantikan segmen crossovernya ini dengan Nissan E-Kicks dan Nissan Magnite. 

Meskipun Nissan Juke sudah tidak diproduksi lagi, namun mobil ini sering mencuri perhatian di jalan karena tergolong mobil langka dan desainnya unik. Harga bekasnya pun masih tergolong tinggi, yaitu mencapai 100 juta - 140 juta. 


0 Response to "Mengapa Nissan Juke Disuntik Mati di indonesia"

Posting Komentar